3 am thoughts


"Never value yourself less, because I value you that highly in my life. And I am proud to have you in my life. So proud I'll show you to the world."

Jam menunjukkan pukul 3 pagi di tempatmu, dan pukul 9 malam di tempatku. Yang aku ingat, aku hanya tersenyum sambil mengangguk - tidak tahu bagaimana cara nya menjawab. Yang aku ingat, tatapan mu tajam seolah mencari jawaban di dalam mata ku. Senyum ku di layer kaca handphone mu terkesan seperti tidak berusaha untuk menjawab. Tak bersuara, aku terus melihat wajah mu dengan wajah kebingungan.

My dear, forgive me if my insecurities are still speaking loudly. You see, when I am afraid of not being loved for who I am, and for years being told that it was because of who I am, my insecurities start speaking. I'm scared. Scared you'll leave. Scared I'll mess up. Scared you'll stop looking at me the way you are right now. Scared I won't be good enough.

"Aku bingung mau bilang apa", jawab ku perlahan. Mungkin ini adalah kalimat yang paling sering aku lontarkan. Kamu yang tersenyum paham akan kesulitan ku dalam mengungkapkan perasaan menjadi kata-kata, mulai kembali berbicara dan meringankan bebanku. Terimakasih atas pengertiannya, hehe. Speak softly, love. I really love listening to your voice.

I can't wrap my head around the fact that someone like you came into my life. But here we are. 11000 kms apart, looking at each other's eyes (through our mobile phones of course haha). Dear you, you are a gift from God, for He's aligned me with a soul who effortlessly entered my life, changing my perspective, simply because you saw a light in me. A light that I'm only starting to discover recently.

Yang aku tidak tahu, mengapa Tuhan membiarkan kita bertemu di sisa hari-hari ku di Indonesia? Mengapa kita dipertemukan hanya untuk langsung dipisahkan oleh jarak?

Yang aku tidak tahu, mengapa kamu mau melihat semua sisi buruk ku dan masa lalu ku? Mengapa setelah mengetahui itu semua, kamu masih melihatku dengan tatapan bangga?

Yang aku tahu, aku ingin berjuang bersama mu.

Yang aku tahu, mengucapkan nama mu di tiap doa ku membawa kedamaian dan harapan.

Yang aku tahu, aku menyayangi mu. Titik.

Comments

Popular posts from this blog

Mengejar Cita : Menjemput Beasiswa LPDP

Living and Studying in the Netherlands

Firasat