The universe is not in a hurry, I am

"Kamu tuh kufur nikmat"

"Kufur nikmat gimana maksudnya?"

"Kamu punya tempat tinggal, orang tua mu lengkap, masih bisa makan enak, tabungan banyak, dan kamu merengek kurang ini kurang itu, mau ini mau itu. Count your blessings before you ask another one!"

Aku cuma bisa diam melihat mu membersihkan sisa-sisa abu rokok yang berceceran. Sprei ini baru saja kucuci, gumamku dalam hati. Entah kenapa kamu sekarang merokok lagi, padahal selama 2 tahun aku mampu membuatmu tidak merokok. Asap dan abu rokok adalah hal yang paling kubenci, jadi wajar kan kalau aku ingin bersama orang yang kusayang tanpa menghirup hal tersebut.

"Ya coba kamu jadi aku. Wajar jika aku mengharapkan untuk mendapatkan pekerjaan secepat-cepatnya setelah banyak mimpi yang kukejar, juga banyak yang kukorbankan."

Kamu hanya mengangguk dan tersenyum. Udara musim gugur terus masuk merambat kedalam kamarku.

"Cepat karena ada yang dituju. Lambat karena ada yang ditunggu."

Selama hampir 4 tahun mengenalmu, aku tahu bahwa kamu adalah orang yang sangat bijak, namun di satu sisi juga bisa sangat kekanak-kanakan. Tapi malam itu, kalimat tersebut yang keluar dari mulut mu lah yang membuat ku sadar betapa aku sangat jarang bersyukur. Ya, kamu benar. Aku adalah kufur nikmat sejati, yang terlalu sibuk memikirkan pencapaian apa lagi yang harus ku dapat, atau anak tangga mana lagi yang harus aku pijak.

The universe is not in a hurry. I am. That's why I'm always disappointed and anxious. Trust and let go. What's yours will always find a way to be yours. If it takes a short amount of time, that's because it's best for you to have it soon. But if it takes longer, that's because better things are falling into place at that time.

Malam itu aku habiskan dengan melamun sampai aku terlelap. Sejak malam itu, 1 bulan berlalu. Sekarang aku sudah memiliki pekerjaan, dan satu per satu jalan terbuka untukku. Everything's been good. Kalau aku tahu semua nya akan baik-baik saja, lantas mengapa aku harus khawatir dan kerap memikirkan hal-hal sedih.

Pikiranku kembali ke malam dimana satu kalimat darimu membuat ku mengubah kebiasaanku. Sekarang, aku senantiasa bersyukur dalam doa tiap malam sebelum tidur. Sekarang, aku selalu mengucapkan terimakasih kepada Tuhan atas hal-hal kecil dalam hidupku. Baik itu kesehatan orang tua ku, cuaca yang tidak hujan ketika aku keluar bersepeda, susu yang masih bisa aku minum walaupun sudah hampir kadaluwarsa, atap yang memberiku kehangatan di musim dingin, serta makanan yang bisa aku olah dengan uang sendiri tanpa harus mengais.

I'm counting my blessings more now.. But the more I count, the more I realize that.. what I have been asking is only a drop of water, but God has been giving me the entire ocean.

## Dedicated to D. They say that the best place to be is to be in someone's prayer. Because they talk to God about you, and God is the best listener. In a universe with trillions of stars, yours is still the one that guides me home, D. I'll always mention your name, whenever I talk to Him.##

Delft,
17 November 2019
Amanda Castolina Malau

Comments

Popular posts from this blog

Mengejar Cita : Menjemput Beasiswa LPDP

Living and Studying in the Netherlands

mas bro